<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-517335556893266260</id><updated>2012-02-16T15:52:56.099-08:00</updated><title type='text'>This Is My blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://armanddhani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/517335556893266260/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armanddhani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>This Is My Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08047052020947975618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/-qLU94kqyb_w/TqVdj-_xUrI/AAAAAAAAAAU/W_oBi7dPAuM/s220/aa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-517335556893266260.post-8055562110324976377</id><published>2011-10-24T05:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T05:40:58.358-07:00</updated><title type='text'>Berhati-hatilah dalam menjaga lisan</title><content type='html'>Jika lisan adalah dua mata pisau, maka pergunakanlah lisan dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah   memang diciptakan oleh Allah tidak bertulang, agar manusia dapat   berucap dengan sempurna. Akan tetapi sering sekali orang bilang “lidah   memang tidak bertulang, wajar saja jika berbohong” Jika memang seperti   itu adanya, bagaimana jika Allah menciptakan lidah dengan bertulang agar   manusia tidak lagi berdusta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisan merupakan karunia  yang  sangat 'mahal' dan vital bagi manusia. Tanpa lisan, barangkali  hidup  bagi manusia tiada artinya. Dengan lisan, manusia dapat mengenal  rasa  dan dapat berbicara dengan sesama.&lt;br /&gt;Dengan lisan pula manusia dapat berkomunikasi tanpa mengalami kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain   itu, manusia bisa juga mulia dengan lisannya tersebut. Begitupun   sebaliknya, manusia bisa hina karena lisannya. Hina, karena tidak bisa   menggunakannya sesuai kehendak dan aturan-aturan yang ditetapkan   penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali hadits Rasulullah SAW. yang   menganjurkan kita untuk selalu menjaga lisan. Bahkan Rasulullah juga   sering mengecam orang yang tidak pandai menjaga lisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah berpesan: ”Barang siapa yang diam (tidak banyak bicara) maka dia akan selamat” (H.R. At-Tarmizi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam   hadits lain disebutkan, Al-Ma’shum Saw. juga pernah berwasiat: “Barang   siapa yang bisa menjamin (keselamatan) antara dua rahangnya (lisan)  dan  dua kakinya (faraj) maka aku menjamin baginya surga” (H.R.  Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisan  ibarat pisau bermata dua, bila digunakan  pada hal-hal yang baik maka  akan mendatangkan kemaslahatan (kebaikan).  Namun sebaliknya, bila  digunakan pada hal-hal yang buruk, kemudhratan  pun akan mengiringinya.&lt;br /&gt;Tidak  hanya penyakit hati yang dapat  menjangkit pada manusia, namun penyakit  lisan pun dapat menjangkit pada  manusia. Berikut diantaranya penyakit  lisan yang harus dihindari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembicaraan yang tidak Bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah satu tanda kesempurnaan Islam seseorang adalah meninggalkan yang tidak bermanfaat baginya” (H.R. At-Tarmizi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang   dimaksud dengan “tidak bermanfaat” dalam hadits tersebut antara lain,   muncul melalui lisan seperti ghibah, fitnah, menggunjing, berbohong  dll.  Padahal, pembicaraan yang tidak berarti sama sekali hanya   membuang-buang waktu, dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di   hadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang tidak mengetahui   batasan-batasan perkataan yang bermanfaat ataupun tidak bermanfaat,   sehingga mengakibatkan kebiasaan baginya. Pada akhirnya nanti, kebiasaan   yang tidak diketahui baik-buruknya itu sulit untuk merubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara   singkat mungkin bisa kita katakan bahwa batasan baik atau buruknya   perkataan seorang adalah diamnya, tidak mengakibatkan celaka bagi orang   lain dan tidak mengakibatkan rugi terhadap dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perdebatan dan Pertengkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan   dan pertengkaran acapkali berbuntut pada perpecahan. Makanya,   Rasulullah Saw. melarang umatnya yang suka perdebatan seraya bertutur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah   sesat suatu kaum (dahulu) setelah Allah menunjuki mereka, kecuali   karena mereka suka berdebat atau bertengkar” (H.T. At-Tarmizi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam   sabdanya yang lain, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: “Tidak   sempurna iman seorang hamba hingga dia meninggalkan pertikaian dan   perdebatan walaupun dia dalam posisi benar” (H.R. Ibnu Abi ad-Dunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Suka Melaknat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah   sering kali membawa seseorang lupa diri, sehingga kata-kata yang   terucap dari kedua bibirnya mengakibatkan tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bercanda yang Berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya canda itu lebih identik dilarang oleh Raulullah Saw. kecuali pada hal-hal yang sewajarnya.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah: “Jangan kamu mendebat saudaramu dan jangan kamu mencandainya” (H.R. At-Tarmizi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya,   canda terhadap sesama selama dalam batas-batas yang wajar tidaklah   dilarang. Akan tetapi, yang sering terjadi ketika canda sudah melebihi   batas, sehingga aib sesama tidak jarang terbongkar gara-gara canda yang   berlebihan. Imbasnya, berbuntut pada putusnya hubungan silaturahmi   bahkan teman bisa menjadi lawan hanya karena canda yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengejek dan Mencemoohkan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah   SWT. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum   mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi orang (yang   diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan   jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain, karena   boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari  wanita  (yang mengolok-olokkan). (Q.S. Al-Hujurat: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Ghibah (gosip)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara   singkat, ghibah (gosip) bisa diartikan dengan menyebut atau   menceritakan hal yang tidak baik dari pribadi seseorang. Sehingga, jika   yang diceritakan mengetahuinya akan mnimbulkan permusuhan diantara   keduanya. Biasanya, sesorang yang suka mengghibah tidak akan tenang jika   melihat orang bahagia, senang dan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Namimah (mengadu domba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda   dengan namimah (adu domba), ghibah lebih kepada ingin melaga antara  dua  orang yang awalnya bersahabat akhirnya bermusuhan. Adu domba tidak  saja  dari perkataan, namun bisa juga dengan isyarat atau surat dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda   Nabi Saw.”Tidakkah kamu ingin aku beritahukan orang yang paling jahat   diantara kamu? Kata sahabat: “tentu wahai Rasulullah” kemudian nabi   menyebutkan adu domba salah satunya.” (HR. Ahmad dari Abu Malik   al-Asy’ari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Memuji berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sifat  manusia ingin  selalu dipuji. Namun, terkadang yang memuji terlalu  berlebihan sehingga  sampai pada batas dusta. Pernah seorang sahabat  memuji sahabat yang  lain (dengan berlebihan), lalu Nabi Saw.  mendengarnya seraya berkata  ”Celakalah engkau, karena engkau  (seolah-olah) telah memotong leher  saudaramu, sekalipun dia senang  mendengar apa yang kau ceritakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  lisan adalah dua  mata pisau, maka pergunakanlah lisan dengan  sebaik-baiknya jangan  sampai ada hati yang tersayat oleh ucapan kita,  jangan sampai ada hati  yang terluka karena perkataan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/517335556893266260-8055562110324976377?l=armanddhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armanddhani.blogspot.com/feeds/8055562110324976377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://armanddhani.blogspot.com/2011/10/berhati-hatilah-dalam-menjaga-lisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/517335556893266260/posts/default/8055562110324976377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/517335556893266260/posts/default/8055562110324976377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armanddhani.blogspot.com/2011/10/berhati-hatilah-dalam-menjaga-lisan.html' title='Berhati-hatilah dalam menjaga lisan'/><author><name>This Is My Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08047052020947975618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/-qLU94kqyb_w/TqVdj-_xUrI/AAAAAAAAAAU/W_oBi7dPAuM/s220/aa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
